Kita semua sudah mengetahui bahwa ketika kita bertobat, Bapa kita membawa kita ke sebuah sekolah yang baru yang bernama sekolah kehidupan. Sekolah inilah yang akan mengajar dan membawa kita untuk berjalan dalam potensi maksimal kita selagi kita hidup dan mendatangkan inspirasi bagi orang lain. Sederhananya sekolah ini akan mengajar kita mengenal Allah dalam segala keberadaan-Nya dan mengenal diri kita dalam pandangan-Nya.
Tentunya menjadi hasrat kita untuk dapat tersenyum dalam wisuda kehidupan kita sama seperti Paulus berkata, "Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan memelihara iman." Atau seperti Daud yang di katakan telah melakukan kehendak Allah pada zamannya.
Hal ini penting untuk kita pahami karena artinya ada orang2 yang tidak berada pada tingkat kepuasan tersebut pada akhir hidupnya, dengan kata lain menyesal.
Firman Tuhan mengajar kita bagaimana agar kita dapat menjadi murid teladan dalam sekolah kehidupan ini. Kuncinya adalah ada di Matius 6:33. Dari ayat tersebut setidaknya ada 3 hal yang perlu menjadi perhatian kita, yaitu: pertama "Carilah", kedua "Kerajaan Allah" & ketiga yaitu "Kebenaran-Nya".
Hal pertama adalah mengenai Kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah berbicara hukum yang ada dalam kerajaan yang kita masuki begitu kita Menjadikan Dia Raja. Sewaktu kita menjalani (taat) terhadap hukum kerajaan, di situlah hidup kita berada pada kualitas hidup yang akan menjadi inspirasi bagi orang lain. Sewaktu hukum di dunia ini berbicara hukum dan aturan KDRT, kita ada pada hukum "Hai Pria2, kasihilah Istrimu seperti Kristus mengasihi gereja-Nya". Sewaktu di sekeliling kita berbicara mengenai "hukum psikologi" Post Power Syndrome, Hukum kerajaan berkata bahwa jalan hidup orang benar semakin terang hingga rembang tengah hari. Tahukan Anda, apa yang Tuhan sampaikan kepada bangsa Israel setelah keluar dari Mesir? Tuhan menyampaikan hukum2-Nya. Sangat banyak dan mendetail karena Tuhan ingin Bangsa Israel berada pada kualitas hidup yang berbeda dengan bangsa2 lain. Alkitab berisi hukum2 Tuhan yang ketika kita renungkan, akan membawa kita pada standar hidup Kerajaan-Nya. Tidak usang dan Anda akan selalu menemukan hal baru yang membuat hidup Anda berada pada kepuasan yang berbeda karena Anda berada di titik sebagaimana mestinya Anda ada. Anda akan menemukan hukum pernikahan, hukum mendidik anak dan generasi, hukum tabur tuai, hukum bagi Pria dan Wanita dan hukum2 lainnya yang ketika di uji akan berada pada satu titik yaitu kasihilah Tuhan dan sesama.
Hal kedua adalah Kebenaran-Nya. Kata kebenaran yg di gunakan disini adalah "DIKAIOSUNE". Kata dikaiosune ini apabila di artikan adalah apa yang di kehendaki Allah dan satu lagi yang menarik adalah dapat di artikan juga Allah memulihkan hubungannya dengan manusia. Pencarian kita selalu bersumber kepada pemenuhan kebutuhan. Namun sering kali manusia tidak sadar apa yang dia kejar maupun kebutuhannya. Banyak orang habis2an mengejar uang namun setelah memilikinya, tetap tidak terpuaskan hasratnya. Banyak orang mencari kepuasan dengan sex, tapi ternyata kepuasan tersebut hanya bertahan beberapa menit. Tahukan Anda hidup Anda hanya dapat pas/klop HANYA ketika hidup Anda ada pada yang menjadi kehendak-Nya? Kawan, kita bukan berbicara kehendak Allah adalah Anda aktif di gereja, melayani dari pagi sampai malam, hari2 kosong Anda di isi dengan kegiatan2 gereja, dsb. Kehendak Allah dalam hidup Anda jauh lebih berharga dari hal-hal tersebut. Dia jauh lebih perduli terhadap Anda, keluarga Anda, karier Anda, sosialisasi Anda, hubungan Anda dengan orang-orang di sekeliling Anda daripada aktifitas keagamaan Anda. Temukan apa yang penting dan menjadi kehendak Allah dalam hidup Anda.
Hal ketiga adalah CARILAH. Hal ketiga ini adalah hal yang penting dan kalau Anda perhatikan ini adalah kata kerja. Ini membutuhkan keaktifan kita , keseriusan kita atau dengan kata lain bagiannya kita. Ketika kita berbicara cari, hal yang terbersit adalah tentunya sesuatu yang berharga. Firman Tuhan mengajarkan mencari yang seperti mencari emas dan perak. Saya membayangkan orang mencari emas atau perak itu ada tiap2 hari di sungai (konsisten). Dari berkilo kilo batu yang tiap hari di dulang, di amati dan kemudian di hancurkan, biasanya perhari hanya mendapatkan kurang dr 1 gram emas, dan mungkin kalau beruntung bbrp gram yang kemudian masih harus di murnikan lagi. Apakah hasil satu hari tersebut membuat dia jadi Milyarder? Tidak. Tapi konsistensi dia yang akan menjadikan dia milyarder karena ada di tempat yang tepat. Begitu juga dengan kita ketika mencari hukum Tuhan tersebut. Ketika kita membaca Alkitab, mungkin rasanya banyak yg tidak kita mengerti. Ya, mungkin hasil hari itu seperti pendulang yang hanya mendapatkan kurang dari 1 gram emas. Ada kalanya kita mengerti dan membuat kita menangis atau seperti ingin melompat rasanya. Ya, itu seperti pendulang yang sedang dapat bbrp gram dalam sehari. Tapi ingat, itu tidak menjadikan kita kaya, yang menjadikan kita kaya adalah, lakukan tiap hari, terus, terus dan terus sampai Tuhan datang atau Anda datang duluan ke Tuhan. :)
Friday, March 20, 2015
Thursday, November 10, 2011
Option Basic - Vertical Spread
Dalam perdagangan option, salah satu hal yang menarik adalah trader dapat menggunakan kombinasi dari 4 perdagangan dasar dalam transaksi Option (Buy Call/Long Call, Sell Call/Short Call, Buy Put/Long Put dan Sell Put/Short Put). Dengan menggunakan kombinasi ini, trader dapat membuat strategi perdagangan dengan resiko terbatas, ataupun dapat membeli option yang mahal dengan modal yang lebih kecil di bandingkan dengan membeli Single Call ataupun Single Put.
Salah satu strategi dasar dari perdagangan lanjutan ini adalah “Vertical Spread”. Vertical spread adalah sebuah strategi yang menggunakan pembelian (long) dan penjualan (short) option secara bersamaan terhadap sebuah underlying dengan Expiration yang sama dan Strike price yang berbeda.
Dari definisi Vertical Spread diatas, trader memiliki empat strategi umum dari vertical spread, yaitu :
Tabel diatas menjelaskan karakter dari setiap spread yang ada. Misalnya, Bull Call Spread, artinya memberikan posisi DEBIT (mengeluarkan uang untuk membayar premi) dengan pandangan terhadap asset yang diperdagangkan adalah Bullish (Naik). Selanjutnya akan kita telusuri bersama karakteristik dari masing-masing perdagangan diatas..
Bull Call Spread
Bull Call Spread atau biasa di sebut juga “Long Call Spread” adalah strategi perdagangan yang sama seperti ketika Anda membeli sebuah Call (Long Call), namun kali ini ditambahkan dengan menjual Call (Short Call) pada strike price yang lebih tinggi lagi dengan expiration yang sama. Seorang pembeli Call (Long Call) tentunya memiliki pandangan bahwa harga asset yang diamatinya akan naik (bullish), demikian juga dengan Bull Call Spread. Dengan melakukan pembelian Call, maka Anda akan mengeluarkan sejumlah uang dari account Anda untuk pembayaran premi, namun karena kali ini Anda juga melakukan penjualan call, maka selain mengeluarkan uang untuk pembayaran premi, Anda juga akan menerima pembayaran premi, hanya saja dengan jumlah yang lebih kecil karena menjualnya pada strike price yang lebih tinggi. Maka dari itu, modal yang sebenarnya Anda keluarkan untuk transaksi tersebut adalah selisih dari pembelian dan penjualannya. Lebih murah dong dari Long Call saja ? Tentu saja, makanya sering juga disebut membeli Call dengan harga discount . Sebagai timbal balik dari harga discount tersebut adalah Anda membatasi keuntungan maksimal yang dapat Anda peroleh dibandingkan dengan Long Call saja yang memiliki potensi keuntungan yang tak terbatas seiring kenaikan dari harga assetnya.
Contoh :
iShares Silver Trust (SLV) pada 10 November 2011 diperdagangkan pada level 33.09. Anda melihat pada level tersebut SLV berada pada support kuat dan trend harga yang meningkat, sehingga pandangan Anda terhadap SLV secara mid term adalah Bullish. Harga option April 33 Call @ 4.25, artinya untuk per kontrak nya Anda memerlukan modal sebesar USD 425 sebelum biaya transaksi. Setelah hitung-hitung, ternyata angka tersebut masih terlalu besar untuk Anda masuk, karena sesuai rule money management Anda, maksimal modal per posisi/strategy adalah USD 300. Dengan menggunakan strategi Bull Call Spread, maka dalam hal ini Anda dapat melakukan pembelian Call (Long Call) dan mendapatkan discount. Caranya adalah dengan melakukan penjualan Call pada strike price yang lebih tinggi, yaitu di 38. Harga optionnya April 38 Call @ 2.43, sehingga perkontraknya Anda akan menerima sebesar USD 243 sebelum biaya transaksi. Dengan adanya penerimaan premi dari penjualan ini, maka total modal yang diperlukan dari transaksi ini adalah (4.25-2.43) x 100 = 182, yang artinya adalah hanya membutuhkan premi sebesar USD 182 sebelum biaya transaksi per kontraknya!
Selain memperoleh discount tersebut, titik impas (BEP) Anda pun turun (menurunkan resiko) dari yang sebelumnya (Long Call) ada pada 37.25 (penjumlahan dari strike price April Call 33 dengan harga optionnya), menjadi 34,82 (penjumlahan dari lower strike price di 33 dengan net debit yang Anda keluarkan sebesar 1.82).
Sebagai timbal balik dari discount tersebut, maka karakter profit tak terbatas yang ada pada Long Call menjadi hilang pada Bull Call Spread ini. Profit maksimal Anda ada pada selisih antara jarak strike (38-33 = 5) dikurangi net debit yang Anda bayarkan (1.82). Hasilnya berarti (5 - 1.82) x 100 = USD 318 sebelum biaya transaksi.
Continued....
Salah satu strategi dasar dari perdagangan lanjutan ini adalah “Vertical Spread”. Vertical spread adalah sebuah strategi yang menggunakan pembelian (long) dan penjualan (short) option secara bersamaan terhadap sebuah underlying dengan Expiration yang sama dan Strike price yang berbeda.
Dari definisi Vertical Spread diatas, trader memiliki empat strategi umum dari vertical spread, yaitu :
Tabel diatas menjelaskan karakter dari setiap spread yang ada. Misalnya, Bull Call Spread, artinya memberikan posisi DEBIT (mengeluarkan uang untuk membayar premi) dengan pandangan terhadap asset yang diperdagangkan adalah Bullish (Naik). Selanjutnya akan kita telusuri bersama karakteristik dari masing-masing perdagangan diatas..
Bull Call Spread
Bull Call Spread atau biasa di sebut juga “Long Call Spread” adalah strategi perdagangan yang sama seperti ketika Anda membeli sebuah Call (Long Call), namun kali ini ditambahkan dengan menjual Call (Short Call) pada strike price yang lebih tinggi lagi dengan expiration yang sama. Seorang pembeli Call (Long Call) tentunya memiliki pandangan bahwa harga asset yang diamatinya akan naik (bullish), demikian juga dengan Bull Call Spread. Dengan melakukan pembelian Call, maka Anda akan mengeluarkan sejumlah uang dari account Anda untuk pembayaran premi, namun karena kali ini Anda juga melakukan penjualan call, maka selain mengeluarkan uang untuk pembayaran premi, Anda juga akan menerima pembayaran premi, hanya saja dengan jumlah yang lebih kecil karena menjualnya pada strike price yang lebih tinggi. Maka dari itu, modal yang sebenarnya Anda keluarkan untuk transaksi tersebut adalah selisih dari pembelian dan penjualannya. Lebih murah dong dari Long Call saja ? Tentu saja, makanya sering juga disebut membeli Call dengan harga discount . Sebagai timbal balik dari harga discount tersebut adalah Anda membatasi keuntungan maksimal yang dapat Anda peroleh dibandingkan dengan Long Call saja yang memiliki potensi keuntungan yang tak terbatas seiring kenaikan dari harga assetnya.
Contoh :
iShares Silver Trust (SLV) pada 10 November 2011 diperdagangkan pada level 33.09. Anda melihat pada level tersebut SLV berada pada support kuat dan trend harga yang meningkat, sehingga pandangan Anda terhadap SLV secara mid term adalah Bullish. Harga option April 33 Call @ 4.25, artinya untuk per kontrak nya Anda memerlukan modal sebesar USD 425 sebelum biaya transaksi. Setelah hitung-hitung, ternyata angka tersebut masih terlalu besar untuk Anda masuk, karena sesuai rule money management Anda, maksimal modal per posisi/strategy adalah USD 300. Dengan menggunakan strategi Bull Call Spread, maka dalam hal ini Anda dapat melakukan pembelian Call (Long Call) dan mendapatkan discount. Caranya adalah dengan melakukan penjualan Call pada strike price yang lebih tinggi, yaitu di 38. Harga optionnya April 38 Call @ 2.43, sehingga perkontraknya Anda akan menerima sebesar USD 243 sebelum biaya transaksi. Dengan adanya penerimaan premi dari penjualan ini, maka total modal yang diperlukan dari transaksi ini adalah (4.25-2.43) x 100 = 182, yang artinya adalah hanya membutuhkan premi sebesar USD 182 sebelum biaya transaksi per kontraknya!
Selain memperoleh discount tersebut, titik impas (BEP) Anda pun turun (menurunkan resiko) dari yang sebelumnya (Long Call) ada pada 37.25 (penjumlahan dari strike price April Call 33 dengan harga optionnya), menjadi 34,82 (penjumlahan dari lower strike price di 33 dengan net debit yang Anda keluarkan sebesar 1.82).
Sebagai timbal balik dari discount tersebut, maka karakter profit tak terbatas yang ada pada Long Call menjadi hilang pada Bull Call Spread ini. Profit maksimal Anda ada pada selisih antara jarak strike (38-33 = 5) dikurangi net debit yang Anda bayarkan (1.82). Hasilnya berarti (5 - 1.82) x 100 = USD 318 sebelum biaya transaksi.
Continued....
Monday, January 4, 2010
THR Setahun Dua Kali, Mau ?
Mendekati hari raya lebaran ini tentunya ada sesuatu yg ditunggu-tunggu oleh kawan2 kita yg bekerja yaitu adanya pembagian tunjangan hari raya dari perusahaan. Asik toh ? Enak Toh ? Tentu saja asik. Belum di bagikan saja kadang sudah bisa di habiskan. Hehehehehe
Ceritanya kan sudah tahu nih asiknya menerima uang tambahan selain gaji walaupun hanya satu kali setahun. Gmn kalau bisa ditingkatin jadi 2 atau bahkan 3 kali setahun, mau ??? Salah satu cara yg bisa di tempuh adalah dengan MEMBELI BISNIS YANG TEPAT PADA HARGA YANG TEPAT (Dengan suara Doraemon tentunya...). Nah loh ? Gmn ini maksudnya ? Untuk memiliki Usaha/Bisnis kan bukan sesuatu yang mudah. Mulai dari perlunya memiliki modal (Untuk hal ini ada yg bilang dengkul pun bisa di pakai - tapi ingat, dengkul cuma ada 2 yah jadi jangan di habiskan), memiliki kemampuan bisnis, membutuhkan waktu yang tentunya sulit apalagi hanya di kerjakan sambilan (sambil kerja kantoran gitu maksudnya) dan juga berbagai macam tantangan-tantangan lainnya yang bisa jadi buku yg tebal kalau mau di tuliskan keluar.
Memiliki bisnis disini maksudnya adalah dengan memiliki/membeli kepemilikan dari perusahaan-perusahaan yang terdapat di bursa/pasar saham. Apa ??? Pasar Saham ??? Yah betul, Anda tidak salah baca koq. Yah yah OK, benar, saya mengerti mungkin banyak di antara kita memiliki kesan tersendiri terhadap kata saham. Mulai dari spekulasi, sangat beresiko, judi, atau hal-hal lainnya yg "baik-baik". Ok OK, sebelum lebih jauh lagi berbicara lagi, izinkan saya memberikan beberapa gambaran mengenai beberapa hal-hal di atas.
Apa arti spekulasi ? Salah satu definisi dapat di lihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Spekulasi (Ben Graham). Contoh lainnya adalah Kalau misalnya seseorang membeli rumah kedua (bukan untuk rumah tinggal), apa yang biasanya diharapkan orang tersebut ? Betul!!! Jawabannya adalah harganya satu saat naik dan naik terus. Hal yang sama juga terjadi dalam pembelian logam mulia, USD/Euro atau barang-barang lainnya (Anthurium dan Ikan Arwana termasuk gak yah ?? hehehe). Apakah tindakan pembelian tersebut bisa disebut spekulasi dan beresiko ? Mungkin Anda bilang, ini berbeda dengan saham. Betul!!! Perbedaannya terletak pada sudut pandang kita dan bukan pada barangnya. Sudut pandang kita terhadap suatu barang dibentuk Salah satunya adalah melalui informasi. Informasi mengenai rumah sejak kecil sudah tergambar jelas dalam bayangan saya bahwa Kalau dewasa nanti harus punya rumah sendiri. Juga Merupakan salah satu dari simbol kemapanan. Untuk mengetahui harga rumah bukan hal yang menyeramkan. Mulai dari bisa mencoba berkeliling di area sekitar untuk mendapatkan harga rata-rata atau bisa juga menggunakan jasa penilai. Untuk membelinya pun setelah mengetahui harganya bukan hal menyulitkan, bahkan ketika kita hanya memiliki 30% dari nilai rumah tersebut (Dengan bantuan Bank tentunya). Hal yang sama juga berlaku terhadap logam mulia atau emas. Dari namanya saja sudah mulia, tentunya meninggalkan kesan mulia. Kesan mewah, indah bahkan sampai kesan romantis bisa ditimbulkan dari barang ini (Cincin kawin maksudnya yah). Nah sekarang coba kita bandingkan dengan saham. Dari 240 juta lebih penduduk di Indonesia (eh, berapa sih sekarang tepatnya ?), ternyata hanya ada sekitar 300 ribu account yang terdaftar di sekuritas-sekuritas. Tapi itu bukan berarti ada 300 ribu orang loh, karena bisa saja satu orang memiliki lebih dari 1 account di beberapa sekuritas. Jadi bisa dilihat sendiri dari data tersebut bahwa memang masih banyak sekali penduduk di Indonesia, atau bahkan Jakarta yang mungkin di anggap lebih mudah mendapatkan informasi, belum memiliki informasi mengenai saham.
Sebenarnya apa sih saham dan bagaimana dia dapat menjadi kendaraan Anda untuk mendapatkan THR 2 kali setahun seperti yang kita bicarakan diatas ? Ok, jadi saham adalah bagian kepemilikan dari sesuatu. Misalnya Anda dan rekan Anda membeli sebuah rumah seharga 1 Milyar, dan masing-masing mengeluarkan uang 500 Juta, maka bisa dibilang Anda memiliki 50% saham atas rumah tersebut. Seandainya kemudian beberapa tahun kemudian rumah tersebut terjual dengan harga 2 Milyar, maka Anda pun memiliki bagian 50% dari nilai tersebut. Dan juga sebaliknya, misal ternyata ada semburan lumpur di daerah tersebut dan kemudian akhirnya Anda dan rekan Anda bersedia menjual rumah lebih murah dari harga perolehan, yaitu 500 Juta, hal yang sama juga terjadi disini, Anda pun ikut "berhak" atas penurunan nilai dari penjualan rumah tersebut. Dalam hal ini yang menjadi "Rumah" yang Anda miliki apabila membeli saham di Bursa Efek Indonesia adalah perusahaannya. Jangan kaget gitu dong, beneran koq saya ngomong kalau Anda jadi pemilik perusahaan tersebut, - ada Astra Internasional, Indofood, Unilever, dll - tentunya secara bersama-sama dengan pemegang saham lainnya sesuai dengan jumlah lembar yang Anda beli. Lalu apa untungnya sih memiliki saham dari perusahaan-perusahaan yang listing di Bursa Efek/pasar saham ? Pasti ada dong, tapi pada dasarnya dibagi menjadi 2 macam keuntungan yang diberikan kepada investor (atau yang di harapkan investor lebih tepatnya), yaitu capital gain dan dividen. Capital gain adalah keuntungan yang didapat dari kenaikan harga saham. Misalnya Anda membeli saham Astra Internasional di awal tahun 2009 ini yang di hargai Rp.11.000,- per lembarnya kemudian di jual pada awal september 2009 (9 Bulan kemudian) pada harga Rp.30.500,- maka selisihnya inilah yang sebesar Rp.19.500,- disebut capital gain. Sedangkan DIviden (biasanya dividen tunai/cash) adalah pembagian uang tunai dari keuntungan yang didapatkan perusahaan, bisa seluruh keuntungan yang di bagikan setiap tahun atau mungkin sebagian saja dimana sisanya akan digunakan untuk meningkatkan modal yang tentunya diharapkan dapat meningkatkan keuntungan di tahun-tahun yang akan datang. Nah sekarang kita sudah memiliki gambaran yang sedikit lebih jelas mengenai saham, pertanyaannya adalah pilih saham yang mana nih dari 400 lebih perusahaan yang listing di BEI yang dapat memberikan THR buat Anda setahun dua kali ? Tidak semua saham seperti itu loh, jadi jangan asal pilih yah. Ada saham-saham yang perusahaannya hampir tiap tahun merugi, namun pemilik saham mayoritasnya malah tetap tambah kaya dan herannya tuh perusahaan tetap aja jalan. Bingung yah ? Jangan bingung, jadinya kita pilih yang jelas saja deh. Berikut adalah beberapa aturan untuk menemukan saham apa yang cocok dengan tujuan kita di atas dan relatif aman untuk Anda miliki dalam jangka waktu yang panjang:
1. Cari Perusahaan yang sudah minimal berusia 10 Tahun (makin tua makin bagus loh :P)
2. Dari semua perusahaan yang sudah Anda filter, lihat dalam jangka waktu tersebut (minimal 10 tahun), perusahaan tersebut tidak pernah mengalami kerugian
3. Dalam 5 tahun terakhir keuntungan tahunannya terus meningkat
4. Dalam 10 tahun terakhir membagikan dividen tanpa putus dengan rasio dividen dengan laba bersih yang cenderung konstan
Nah, itulah filter-filter yang akan kita pakai, maka Anda akan memiliki list daftar saham2 perusahaan yang jumlahnya tentunya sangat sedikit sekali. Apakah sudah boleh langsung di beli ? Sabar dulu yah :), karena bukan berarti perusahaan sebagus apapun bisa di beli pada harga berapapun. Pekerjaan selanjutnya adalah melihat dividen tahun terakhir dari masing-masing saham diatas, kemudian kalikan dengan 10. Misalnya Dividen terakhirnya adalah Rp.200,- maka hasil perkaliannya adalah Rp.2000,-. Nah Angka hasil perkalian itulah yang Anda pakai sebagai harga termahal yang boleh Anda pakai untuk membeli saham perusahaan tersebut. Kalo ternyata jauh diatas hasil perkaliannya bagaimana ? Yah jangan beli, sabar saja menunggu, karena kesempatan seperti ini mungkin jarang terjadi dan kalaupun itu terjadi, maka biasanya sekeliling Anda penuh dengan berita2 betapa kejamnya dunia saham.
Apakah ini cara yang paling menguntungkan untuk masuk ke dunia saham ? Bukan, karena banyak sekali cara Anda untuk bermain di dunia saham, mulai dari pendekatan Technical Analisis, Fundamental Analisis dimana masing-masing membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk mempelajarinya. Tapi cara seperti yang disebutkan di atas menurut saya akan memberikan sebuah langkah awal yang mudah dipahami dengan resiko yang terbatas untuk mengenal sebuah hal yang baru bagi Anda.
Lalu kemudian apa yang bisa Anda dapat ? Saya akan mengutip sebuah kisah (dari buku Stock Valuation) bagaimana keuntungan dari memiliki saham dari perusahaan dan pada harga yang tepat.
"Dalam sebuah resepsi, seorang teman bertanya tentang perkembangan saham UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk). Kebetulan dia bukan profesional di pasar modal dan baru kembali dari Jerman setelah menyelesaikan pendidikan. Jadi wajar saja kalau tidak terlalu mengikuti perkembangan harga saham-saham di Indonesia. "Anda memiliki saham Unilever ?"-- oh yah ibu saya punya 100 lot, almarhum ayah saya membelinya saat IPO dan masih disimpan dalam safe deposit box, dan saya tercengang - dan segera menyuruhnya mengkonversikan saham berupa warkat tersebut. Karena saat ini perdagangan saham sudah scriptless --- elektronik.
Alangkah bijaksananya almarhum ayah nya -- Rich dad, meninggalkan warisan yang berharga dan tidak berwujud sehingga tanpa diduga2.
Setelah dianalisa :
1. IPO UNVR 1 Nov 1982 --- 100 lot (50.000 lembar) nominal Rp. 1000,- harga Rp. 3.175/lembar
2. 11 Juli 1989 -- saham bonus 1 : 6 ,, tambahan 8.333 saham jadi total 58.333 lembar
3. 7 Maret 1993 --- saham bonus 6,688 : 100 -- sahamnya menjadi 62.234
4. 6 Nov 2000 --- stock split 1 : 10 -- ( 1 saham lama jadi 10 saham baru) --- todal jadi 622.340 saham
5. 15 Sept 2003 --- stock split kembali 1 : 10 maka totalnya menjadi 6.223.400 lembar saham.
100 LOT jadi 12.446 LOT dalam waktu 20-an tahun
Dan saat itu tahun 2006 Senilai dengan Rp. 31 M,,,dengan total Deviden Rp. 1,2 M di tahun 2006 saja"
Ceritanya kan sudah tahu nih asiknya menerima uang tambahan selain gaji walaupun hanya satu kali setahun. Gmn kalau bisa ditingkatin jadi 2 atau bahkan 3 kali setahun, mau ??? Salah satu cara yg bisa di tempuh adalah dengan MEMBELI BISNIS YANG TEPAT PADA HARGA YANG TEPAT (Dengan suara Doraemon tentunya...). Nah loh ? Gmn ini maksudnya ? Untuk memiliki Usaha/Bisnis kan bukan sesuatu yang mudah. Mulai dari perlunya memiliki modal (Untuk hal ini ada yg bilang dengkul pun bisa di pakai - tapi ingat, dengkul cuma ada 2 yah jadi jangan di habiskan), memiliki kemampuan bisnis, membutuhkan waktu yang tentunya sulit apalagi hanya di kerjakan sambilan (sambil kerja kantoran gitu maksudnya) dan juga berbagai macam tantangan-tantangan lainnya yang bisa jadi buku yg tebal kalau mau di tuliskan keluar.
Memiliki bisnis disini maksudnya adalah dengan memiliki/membeli kepemilikan dari perusahaan-perusahaan yang terdapat di bursa/pasar saham. Apa ??? Pasar Saham ??? Yah betul, Anda tidak salah baca koq. Yah yah OK, benar, saya mengerti mungkin banyak di antara kita memiliki kesan tersendiri terhadap kata saham. Mulai dari spekulasi, sangat beresiko, judi, atau hal-hal lainnya yg "baik-baik". Ok OK, sebelum lebih jauh lagi berbicara lagi, izinkan saya memberikan beberapa gambaran mengenai beberapa hal-hal di atas.
Apa arti spekulasi ? Salah satu definisi dapat di lihat di http://id.wikipedia.org/wiki/Spekulasi (Ben Graham). Contoh lainnya adalah Kalau misalnya seseorang membeli rumah kedua (bukan untuk rumah tinggal), apa yang biasanya diharapkan orang tersebut ? Betul!!! Jawabannya adalah harganya satu saat naik dan naik terus. Hal yang sama juga terjadi dalam pembelian logam mulia, USD/Euro atau barang-barang lainnya (Anthurium dan Ikan Arwana termasuk gak yah ?? hehehe). Apakah tindakan pembelian tersebut bisa disebut spekulasi dan beresiko ? Mungkin Anda bilang, ini berbeda dengan saham. Betul!!! Perbedaannya terletak pada sudut pandang kita dan bukan pada barangnya. Sudut pandang kita terhadap suatu barang dibentuk Salah satunya adalah melalui informasi. Informasi mengenai rumah sejak kecil sudah tergambar jelas dalam bayangan saya bahwa Kalau dewasa nanti harus punya rumah sendiri. Juga Merupakan salah satu dari simbol kemapanan. Untuk mengetahui harga rumah bukan hal yang menyeramkan. Mulai dari bisa mencoba berkeliling di area sekitar untuk mendapatkan harga rata-rata atau bisa juga menggunakan jasa penilai. Untuk membelinya pun setelah mengetahui harganya bukan hal menyulitkan, bahkan ketika kita hanya memiliki 30% dari nilai rumah tersebut (Dengan bantuan Bank tentunya). Hal yang sama juga berlaku terhadap logam mulia atau emas. Dari namanya saja sudah mulia, tentunya meninggalkan kesan mulia. Kesan mewah, indah bahkan sampai kesan romantis bisa ditimbulkan dari barang ini (Cincin kawin maksudnya yah). Nah sekarang coba kita bandingkan dengan saham. Dari 240 juta lebih penduduk di Indonesia (eh, berapa sih sekarang tepatnya ?), ternyata hanya ada sekitar 300 ribu account yang terdaftar di sekuritas-sekuritas. Tapi itu bukan berarti ada 300 ribu orang loh, karena bisa saja satu orang memiliki lebih dari 1 account di beberapa sekuritas. Jadi bisa dilihat sendiri dari data tersebut bahwa memang masih banyak sekali penduduk di Indonesia, atau bahkan Jakarta yang mungkin di anggap lebih mudah mendapatkan informasi, belum memiliki informasi mengenai saham.
Sebenarnya apa sih saham dan bagaimana dia dapat menjadi kendaraan Anda untuk mendapatkan THR 2 kali setahun seperti yang kita bicarakan diatas ? Ok, jadi saham adalah bagian kepemilikan dari sesuatu. Misalnya Anda dan rekan Anda membeli sebuah rumah seharga 1 Milyar, dan masing-masing mengeluarkan uang 500 Juta, maka bisa dibilang Anda memiliki 50% saham atas rumah tersebut. Seandainya kemudian beberapa tahun kemudian rumah tersebut terjual dengan harga 2 Milyar, maka Anda pun memiliki bagian 50% dari nilai tersebut. Dan juga sebaliknya, misal ternyata ada semburan lumpur di daerah tersebut dan kemudian akhirnya Anda dan rekan Anda bersedia menjual rumah lebih murah dari harga perolehan, yaitu 500 Juta, hal yang sama juga terjadi disini, Anda pun ikut "berhak" atas penurunan nilai dari penjualan rumah tersebut. Dalam hal ini yang menjadi "Rumah" yang Anda miliki apabila membeli saham di Bursa Efek Indonesia adalah perusahaannya. Jangan kaget gitu dong, beneran koq saya ngomong kalau Anda jadi pemilik perusahaan tersebut, - ada Astra Internasional, Indofood, Unilever, dll - tentunya secara bersama-sama dengan pemegang saham lainnya sesuai dengan jumlah lembar yang Anda beli. Lalu apa untungnya sih memiliki saham dari perusahaan-perusahaan yang listing di Bursa Efek/pasar saham ? Pasti ada dong, tapi pada dasarnya dibagi menjadi 2 macam keuntungan yang diberikan kepada investor (atau yang di harapkan investor lebih tepatnya), yaitu capital gain dan dividen. Capital gain adalah keuntungan yang didapat dari kenaikan harga saham. Misalnya Anda membeli saham Astra Internasional di awal tahun 2009 ini yang di hargai Rp.11.000,- per lembarnya kemudian di jual pada awal september 2009 (9 Bulan kemudian) pada harga Rp.30.500,- maka selisihnya inilah yang sebesar Rp.19.500,- disebut capital gain. Sedangkan DIviden (biasanya dividen tunai/cash) adalah pembagian uang tunai dari keuntungan yang didapatkan perusahaan, bisa seluruh keuntungan yang di bagikan setiap tahun atau mungkin sebagian saja dimana sisanya akan digunakan untuk meningkatkan modal yang tentunya diharapkan dapat meningkatkan keuntungan di tahun-tahun yang akan datang. Nah sekarang kita sudah memiliki gambaran yang sedikit lebih jelas mengenai saham, pertanyaannya adalah pilih saham yang mana nih dari 400 lebih perusahaan yang listing di BEI yang dapat memberikan THR buat Anda setahun dua kali ? Tidak semua saham seperti itu loh, jadi jangan asal pilih yah. Ada saham-saham yang perusahaannya hampir tiap tahun merugi, namun pemilik saham mayoritasnya malah tetap tambah kaya dan herannya tuh perusahaan tetap aja jalan. Bingung yah ? Jangan bingung, jadinya kita pilih yang jelas saja deh. Berikut adalah beberapa aturan untuk menemukan saham apa yang cocok dengan tujuan kita di atas dan relatif aman untuk Anda miliki dalam jangka waktu yang panjang:
1. Cari Perusahaan yang sudah minimal berusia 10 Tahun (makin tua makin bagus loh :P)
2. Dari semua perusahaan yang sudah Anda filter, lihat dalam jangka waktu tersebut (minimal 10 tahun), perusahaan tersebut tidak pernah mengalami kerugian
3. Dalam 5 tahun terakhir keuntungan tahunannya terus meningkat
4. Dalam 10 tahun terakhir membagikan dividen tanpa putus dengan rasio dividen dengan laba bersih yang cenderung konstan
Nah, itulah filter-filter yang akan kita pakai, maka Anda akan memiliki list daftar saham2 perusahaan yang jumlahnya tentunya sangat sedikit sekali. Apakah sudah boleh langsung di beli ? Sabar dulu yah :), karena bukan berarti perusahaan sebagus apapun bisa di beli pada harga berapapun. Pekerjaan selanjutnya adalah melihat dividen tahun terakhir dari masing-masing saham diatas, kemudian kalikan dengan 10. Misalnya Dividen terakhirnya adalah Rp.200,- maka hasil perkaliannya adalah Rp.2000,-. Nah Angka hasil perkalian itulah yang Anda pakai sebagai harga termahal yang boleh Anda pakai untuk membeli saham perusahaan tersebut. Kalo ternyata jauh diatas hasil perkaliannya bagaimana ? Yah jangan beli, sabar saja menunggu, karena kesempatan seperti ini mungkin jarang terjadi dan kalaupun itu terjadi, maka biasanya sekeliling Anda penuh dengan berita2 betapa kejamnya dunia saham.
Apakah ini cara yang paling menguntungkan untuk masuk ke dunia saham ? Bukan, karena banyak sekali cara Anda untuk bermain di dunia saham, mulai dari pendekatan Technical Analisis, Fundamental Analisis dimana masing-masing membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk mempelajarinya. Tapi cara seperti yang disebutkan di atas menurut saya akan memberikan sebuah langkah awal yang mudah dipahami dengan resiko yang terbatas untuk mengenal sebuah hal yang baru bagi Anda.
Lalu kemudian apa yang bisa Anda dapat ? Saya akan mengutip sebuah kisah (dari buku Stock Valuation) bagaimana keuntungan dari memiliki saham dari perusahaan dan pada harga yang tepat.
"Dalam sebuah resepsi, seorang teman bertanya tentang perkembangan saham UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk). Kebetulan dia bukan profesional di pasar modal dan baru kembali dari Jerman setelah menyelesaikan pendidikan. Jadi wajar saja kalau tidak terlalu mengikuti perkembangan harga saham-saham di Indonesia. "Anda memiliki saham Unilever ?"-- oh yah ibu saya punya 100 lot, almarhum ayah saya membelinya saat IPO dan masih disimpan dalam safe deposit box, dan saya tercengang - dan segera menyuruhnya mengkonversikan saham berupa warkat tersebut. Karena saat ini perdagangan saham sudah scriptless --- elektronik.
Alangkah bijaksananya almarhum ayah nya -- Rich dad, meninggalkan warisan yang berharga dan tidak berwujud sehingga tanpa diduga2.
Setelah dianalisa :
1. IPO UNVR 1 Nov 1982 --- 100 lot (50.000 lembar) nominal Rp. 1000,- harga Rp. 3.175/lembar
2. 11 Juli 1989 -- saham bonus 1 : 6 ,, tambahan 8.333 saham jadi total 58.333 lembar
3. 7 Maret 1993 --- saham bonus 6,688 : 100 -- sahamnya menjadi 62.234
4. 6 Nov 2000 --- stock split 1 : 10 -- ( 1 saham lama jadi 10 saham baru) --- todal jadi 622.340 saham
5. 15 Sept 2003 --- stock split kembali 1 : 10 maka totalnya menjadi 6.223.400 lembar saham.
100 LOT jadi 12.446 LOT dalam waktu 20-an tahun
Dan saat itu tahun 2006 Senilai dengan Rp. 31 M,,,dengan total Deviden Rp. 1,2 M di tahun 2006 saja"
Saturday, June 6, 2009
Investasi
Kalau kita di tanya sama pertanyaan, "mau jadi kaya ?", bagaimana jawaban kita ? Pasti sebagian besar orang jawab mau. Mungkin berbeda-beda alasannya, mulai dari ada yg bilang agar bisa memberi dan membantu orang lain lebih banyak lagi sampai ke hal-hal yang sifatnya pribadi (beli rumah pribadi, mobil pribadi, villa pribadi, dll). Itu ga salah loh, namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita melangkah kesana tanpa harus menyingkirkan hal-hal yang utama dan prinsip dalam perjalanan kita, seperti kehidupan rohani kita, keluarga, relasi, kesehatan dan hal-hal lainnya yg tidak bisa diukur, dibandingkan dan bahkan jauh lebih penting daripada uang.
Bicara kaya pertama-tama bukanlah bicara berapa jumlah uang yang mampu kita dapatkan, melainkan lebih kepada seberapa besar kita mampu menyisihkan pendapatan yang kita terima untuk kita simpan. Jadi, bisa dikatakan Lebih kaya seseorang yang memiliki gaji hanya 3 Juta, namun mampu menyisihkan 1 Juta setiap bulannya untuk di tabung daripada seseorang yg memiliki gaji bulanan 100 Juta, tapi pengeluarannya 101 Juta. Nah yang jadi pertanyaan selanjutnya, apakah menabung saja cukup ? Pertanyaan ini sebenarnya sangat penting, agar kita dapat mengelola uang yang sudah dipercayakan kepada kita secara cerdas dan bijaksana.
Saya pernah membaca sebuah kalimat yang mengatakan bahwa anak-anak umur 10 tahun jaman sekarang semakin kuat,bahkan sangat jauh jauh jauh lebih kuat dibandingkan anak2 dengan umur yang sama 20 atau 30 tahun yang lalu, dan ternyata itu benar! Coba kita perhatikan saat ini anak umur 10 tahun kita berikan uang 50 Ribu untuk membelanjakan berbagai macam hal dan kemudian bisa dengan mudah dia menghabiskan uang tersebut, dan dengan ringannya dia bisa membawa barang belanjaan senilai 50 Ribu tersebut dengan santai seorang diri (ada Pringles, Snickers, Silver Queen, dll). Coba nilai rupiah yang sama kita berikan 20 atau 30 tahun yang lalu. Anda bisa bayangkan nilai tersebut dapat membeli apa saja ? Bahkan mungkin 2 orang dewasa pun sedikit kewalahan untuk membawa barang-barang tersebut. Hebatkan anak jaman sekarang ? Itulah Inflasi. Hal inilah yang menyebabkan menabung saja tidaklah cukup, dan kita memerlukan kendaraan lain agar aset yang kita miliki bertumbuh nilainya dan bukan malah sebaliknya, Itulah investasi. Jadi, berinvestasi adalah tindakan menempatkan aset Anda pada "tempat" yang dapat membuatnya bertumbuh seiring waktu, dan setidaknya tingkat pertumbuhannya lebih daripada inflasi yg ada. Nah, "tempat2" berinvestasi juga ada banyak, mulai dari properti, logam mulia, Obligasi, Saham, dll yang masing2 memiliki karakeristik yang berbeda. Jadi jangan tunda lagi yah untuk mulai berinvestasi........
Bicara kaya pertama-tama bukanlah bicara berapa jumlah uang yang mampu kita dapatkan, melainkan lebih kepada seberapa besar kita mampu menyisihkan pendapatan yang kita terima untuk kita simpan. Jadi, bisa dikatakan Lebih kaya seseorang yang memiliki gaji hanya 3 Juta, namun mampu menyisihkan 1 Juta setiap bulannya untuk di tabung daripada seseorang yg memiliki gaji bulanan 100 Juta, tapi pengeluarannya 101 Juta. Nah yang jadi pertanyaan selanjutnya, apakah menabung saja cukup ? Pertanyaan ini sebenarnya sangat penting, agar kita dapat mengelola uang yang sudah dipercayakan kepada kita secara cerdas dan bijaksana.
Saya pernah membaca sebuah kalimat yang mengatakan bahwa anak-anak umur 10 tahun jaman sekarang semakin kuat,bahkan sangat jauh jauh jauh lebih kuat dibandingkan anak2 dengan umur yang sama 20 atau 30 tahun yang lalu, dan ternyata itu benar! Coba kita perhatikan saat ini anak umur 10 tahun kita berikan uang 50 Ribu untuk membelanjakan berbagai macam hal dan kemudian bisa dengan mudah dia menghabiskan uang tersebut, dan dengan ringannya dia bisa membawa barang belanjaan senilai 50 Ribu tersebut dengan santai seorang diri (ada Pringles, Snickers, Silver Queen, dll). Coba nilai rupiah yang sama kita berikan 20 atau 30 tahun yang lalu. Anda bisa bayangkan nilai tersebut dapat membeli apa saja ? Bahkan mungkin 2 orang dewasa pun sedikit kewalahan untuk membawa barang-barang tersebut. Hebatkan anak jaman sekarang ? Itulah Inflasi. Hal inilah yang menyebabkan menabung saja tidaklah cukup, dan kita memerlukan kendaraan lain agar aset yang kita miliki bertumbuh nilainya dan bukan malah sebaliknya, Itulah investasi. Jadi, berinvestasi adalah tindakan menempatkan aset Anda pada "tempat" yang dapat membuatnya bertumbuh seiring waktu, dan setidaknya tingkat pertumbuhannya lebih daripada inflasi yg ada. Nah, "tempat2" berinvestasi juga ada banyak, mulai dari properti, logam mulia, Obligasi, Saham, dll yang masing2 memiliki karakeristik yang berbeda. Jadi jangan tunda lagi yah untuk mulai berinvestasi........
Subscribe to:
Comments (Atom)

