Dalam perdagangan option, salah satu hal yang menarik adalah trader dapat menggunakan kombinasi dari 4 perdagangan dasar dalam transaksi Option (Buy Call/Long Call, Sell Call/Short Call, Buy Put/Long Put dan Sell Put/Short Put). Dengan menggunakan kombinasi ini, trader dapat membuat strategi perdagangan dengan resiko terbatas, ataupun dapat membeli option yang mahal dengan modal yang lebih kecil di bandingkan dengan membeli Single Call ataupun Single Put.
Salah satu strategi dasar dari perdagangan lanjutan ini adalah “Vertical Spread”. Vertical spread adalah sebuah strategi yang menggunakan pembelian (long) dan penjualan (short) option secara bersamaan terhadap sebuah underlying dengan Expiration yang sama dan Strike price yang berbeda.
Dari definisi Vertical Spread diatas, trader memiliki empat strategi umum dari vertical spread, yaitu :
Tabel diatas menjelaskan karakter dari setiap spread yang ada. Misalnya, Bull Call Spread, artinya memberikan posisi DEBIT (mengeluarkan uang untuk membayar premi) dengan pandangan terhadap asset yang diperdagangkan adalah Bullish (Naik). Selanjutnya akan kita telusuri bersama karakteristik dari masing-masing perdagangan diatas..
Bull Call Spread
Bull Call Spread atau biasa di sebut juga “Long Call Spread” adalah strategi perdagangan yang sama seperti ketika Anda membeli sebuah Call (Long Call), namun kali ini ditambahkan dengan menjual Call (Short Call) pada strike price yang lebih tinggi lagi dengan expiration yang sama. Seorang pembeli Call (Long Call) tentunya memiliki pandangan bahwa harga asset yang diamatinya akan naik (bullish), demikian juga dengan Bull Call Spread. Dengan melakukan pembelian Call, maka Anda akan mengeluarkan sejumlah uang dari account Anda untuk pembayaran premi, namun karena kali ini Anda juga melakukan penjualan call, maka selain mengeluarkan uang untuk pembayaran premi, Anda juga akan menerima pembayaran premi, hanya saja dengan jumlah yang lebih kecil karena menjualnya pada strike price yang lebih tinggi. Maka dari itu, modal yang sebenarnya Anda keluarkan untuk transaksi tersebut adalah selisih dari pembelian dan penjualannya. Lebih murah dong dari Long Call saja ? Tentu saja, makanya sering juga disebut membeli Call dengan harga discount . Sebagai timbal balik dari harga discount tersebut adalah Anda membatasi keuntungan maksimal yang dapat Anda peroleh dibandingkan dengan Long Call saja yang memiliki potensi keuntungan yang tak terbatas seiring kenaikan dari harga assetnya.
Contoh :
iShares Silver Trust (SLV) pada 10 November 2011 diperdagangkan pada level 33.09. Anda melihat pada level tersebut SLV berada pada support kuat dan trend harga yang meningkat, sehingga pandangan Anda terhadap SLV secara mid term adalah Bullish. Harga option April 33 Call @ 4.25, artinya untuk per kontrak nya Anda memerlukan modal sebesar USD 425 sebelum biaya transaksi. Setelah hitung-hitung, ternyata angka tersebut masih terlalu besar untuk Anda masuk, karena sesuai rule money management Anda, maksimal modal per posisi/strategy adalah USD 300. Dengan menggunakan strategi Bull Call Spread, maka dalam hal ini Anda dapat melakukan pembelian Call (Long Call) dan mendapatkan discount. Caranya adalah dengan melakukan penjualan Call pada strike price yang lebih tinggi, yaitu di 38. Harga optionnya April 38 Call @ 2.43, sehingga perkontraknya Anda akan menerima sebesar USD 243 sebelum biaya transaksi. Dengan adanya penerimaan premi dari penjualan ini, maka total modal yang diperlukan dari transaksi ini adalah (4.25-2.43) x 100 = 182, yang artinya adalah hanya membutuhkan premi sebesar USD 182 sebelum biaya transaksi per kontraknya!
Selain memperoleh discount tersebut, titik impas (BEP) Anda pun turun (menurunkan resiko) dari yang sebelumnya (Long Call) ada pada 37.25 (penjumlahan dari strike price April Call 33 dengan harga optionnya), menjadi 34,82 (penjumlahan dari lower strike price di 33 dengan net debit yang Anda keluarkan sebesar 1.82).
Sebagai timbal balik dari discount tersebut, maka karakter profit tak terbatas yang ada pada Long Call menjadi hilang pada Bull Call Spread ini. Profit maksimal Anda ada pada selisih antara jarak strike (38-33 = 5) dikurangi net debit yang Anda bayarkan (1.82). Hasilnya berarti (5 - 1.82) x 100 = USD 318 sebelum biaya transaksi.
Continued....
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment